Berita

Updating Luas Baku Lahan Pertanian 2013

Rabu Wage, 11 Desember 2013 20:27 WIB 3993

Alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan maupun non sawah menjadi permasalahan tersendiri yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Bantul. Mengingat kebutuhan akan bahan pangan yang memerlukan lahan untuk budidaya pertanian mendesak Pemerintah Kabupaten Bantul untuk melindungi lahan pertaniannya dalam bentuk peraturan daerah yang memiliki kekuatan hukum. Menjawab kebutuhan tersebut saat ini Pemerintah Kabupaten Bantul sedang dalam proses mematangkan bahan raperda perlindungan lahan abadi di Kabupaten Bantul yang direncanakan seluas 13.000 ha. Akan tetapi sebagai bahan raperda perlindungan lahan abadi tersebut tentunya memerlukan data dasar tentang luas baku lahan pertanian yang ada di kabupaten Bantul. Data yang selama ini ada perlu divalidasi ulang dengan updating luas baku lahan pertanian melalui program peningkatan ketahanan pangan pertanian/perkebunan yang dianggarkan di APBD perubahan Dinas Pertanian dan Kehutanan tahun 2013 ini senilai Rp 150.000.000,-. Berkaitan dengan hal ini, pekan lalu Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul melaksanakan refreshing penggunaan GPS yang diikuti oleh mantri tani dari 17 kecamatan, PPL dan THL dari 75 desa serta petugas kabupaten. Pembicara yang mengisi selain dari Dipertahut Bantul, juga menghadirkan narasumber dari Pusdatin Kementerian Pertanian RI yang memaparkan review penggunaan GPS. Sebelum pelaksanaan kegiatan refreshing penggunaan GPS ini, telah dilaksanakan pula sosialisasi tentang kegiatan updating data luas baku lahan pertanian pada bulan November di Dipertahut. Dalam arahannya Kepala Bidang Sarpras Agribisnis, Ir. Agus Hudi M. Sc. menyinggung kebijakan updating data di Bantul yang telah sesuai dengan permintaan Kementerian Pertanian sesuai surat no. 160/Sr.110/M/6/2013 tanggal 14 Juni 2013. Dalam pelaksanaannya saat ini masih dalam proses tracking yang diperkirakan menghabiskan waktu sekitar 2 minggu. Tim updating / tracking sendiri terdiri dari tim per kecamatan yang terdiri dari mantra tani dan THL. Dari tim kecamatan ini data akan direkap per desa di tingkat kabupaten dan diolah menjadi peta dengan menggunakan jasa pihak ketiga (desH)